Polosin, Pelatih Asing yang Bikin Pemain Timnas Indonesia Mencret-Mencret untuk Jadi Juara

Anatoli Polosin merupakan sosok pelatih asing berkebangsaan Rusia yang sukses mengantarkan Skuat Garuda meraih medali emas terakhir bagi Timnas Indonesia di ajang Sea Games pada tahun 1991 di Manila.

Pelatih yang wafat di usia 62 tahun pada 1997 silam ini dikenal sebagai pelatih bertangan dingin yang mengusung pola latihan fisik super ekstrim.

Pola latihan itu dikenal dengan sebutan Shadow Football. Sebuah pola latihan tanpa bola ala Eropa Timur yang menekankan pada tempaan fisik, stamina, dan insting dalam jangka waktu yang lumayan panjang.

Saking ekstrimnya, banyak pemain kunci Timnas Indonesia yang terpanggil ikut Pelatnas seperti, Ansyari Lubis dan Fachry Husaini memilih kabur lantaran tak kuat dengan pola latihan ala Polosin.

Bagaimana tidak, para pemain dituntut untuk sanggup berlari sejauh empat kilometer dalam waktu 15 menit, dengan menjalani sesi latihan lari naik turun-turun gunung, mengitari pantai dan lain sebagainya.

Salah seorang pemain yang masuk dalam skuat Timnas untuk Sea Games Manila saat itu, Sudirman pernah bercerita jika dirinya sempat alami mencret-mencret di celana saat jalani sesi latihan fisik di sebuah area perbukitan.

Tapi pola latihan ala Polosin terbukti ampuh. Skuat Garuda yang dikapteni oleh Ferril Raymond Hattu tampil perkasa, menyapu bersih tiga pertandingan babak penyisihan grup dengan seratus persen kemenangan, dan melenggang mulus ke partai final.

Lagu Indonesia Raya pun akhirnya berkumandang di Rizal Stadium Memorial menyambut medali emas Sea Games Manila 1991. Emas terakhir yang belum bisa diraih kembali Timnas Indonesia di ajang Sea Games hingga saat ini.

(Visited 64 times, 1 visits today)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *