Connect with us

Liga Internasional

5 Pemain Pemalas yang Beruntung Jadi Bintang dan Terkenal

 27 views

Ulet, tekun, dan rajin merupakan salah satu syarat mainstream bagi seseorang untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Tentu saja hal ini juga berlaku dalam dunia sepakbola.

Kita mungkin sudah terlalu sering mendengar kisah hidup sejumlah pesepakbola terkenal yang menjelma menjadi bintang dan meraih sejumlah prestasi lantaran tekun menjalani pola latihan ekstreem.

Tapi tahukah Anda, dari beberapa pesepakbola berlabel bintang, ternyata banyak yang terkenal sebagai sosok yang pemalas. Tak percaya, berikut 5 kisah pesepakbola pemalas yang beruntung menjadi bintang dan terkenal.

Antonio Cassano

Pemain kelahiran Bari ini merupakan salah satu penyerang paling mematikan dalam sejarah sepakbola Italia. Menurut catatan Transfermarkt.com, Rabu (24/01/17) Cassano telah membukukan 139 gol dari 515 penampilannya bersama delapan klub berbeda sepanjang kariernya.

Namun siapa sangka jika ia ternyata merupakan sosok seorang pemalas. Seperti dikutip laman Fourfourtwo.com, (05/03/17), pelatih Fabio Capello bahkan melabelinya dengan sebutan khusus, yakni “cassanata” – pemain yang tak bermain untuk klub. Penyebabnya, tak lain lantaran Cassano sering mangkir dari sesi latihan.

Lukas Podolski

Tak perlu waktu lama bagi mantan pelatih Jerman Berti Vogts untuk melontarkan sindiran pedas saat dimintai tanggapan terkait kepindahan Lukas Podolski dari FC Koln ke Arsenal pada tahun 2002. “Lukas bisa dipuji sebagai pelari hebat, seandainya ia mau tiga kali saja membantu barisan pertahanan dalam satu pertandingan,” kata Vogts.

Kesan Vogts yang menggambarkan Podolski sebagai pemalas juga diamini oleh mantan penjaga gawang Jerman, Uli Stein dalam sebuah poling yang diadakan antar pada mantan pelatih. Ia menyebut Podolski sebagai penyerang paling malas. “Lukas adalah pemain termalas yang pernah tergabung dalam tim,” katanya seperti dilansir Fourfourtwo.

Dan fakta itu terbukti saat Podolski bermain di Arsenal, di mana Arsene Wenger sering menariknya keluar setelah ia bermain selama 60-70 menit saja. “Saya terlalu sering diganti dan pemain pun pasti tak akan puas dengan ini,” demikian respon Podolski saat dimintai komentar terkait jam bermainnya di Arsenal.

Alvaro Recoba

Mantan pesepakbola yang bersinar bersama Inter Milan ini mendapat julukan “Pemain Hampir Hebat Nomor Wahid di Dunia” oleh The Guardian pada tahun 2003 silam. Mengapa harus ada kata “hampir hebat, tak lain karena ia memang seorang pemalas. Bahkan istrinya sendiri memanggilnya dengan julukan ‘Si Pemalas yang Romantis’.

Fakta ini pun didukung oleh pernyataan presiden Inter, Massimo Moratti saat memberikan komentar terkait sosok seorang Recoba. “Ia adalah seorang pemain yang selalu memberi kejutan. Ia memang sering terlihat malas, tapi ia bisa melakukan yang tak bisa dilakukan oleh siapa pun,” kata Moratti.

Fakta lain yang menguatkan Recoba sebagai seorang pemalas adalah saat ia bermain untuk Venezia, di mana beberapa rekan setimnya sampai menghadiahkannya jam tangan. Tentu saja dengan harapan agar Recoba dapat hadir latihan tepat waktu.

Mario Balotelli

Pesepakbola kontroversial ini menjadi sosok pahlawan di Anfield pada tahun 2015, saat tendangan penaltinya di penghujung laga menjadi penentu kemenangan Liverpool atas Besiktas di ajang Europa League. Namun epik kepahlawanan itu ternyata tak membuat pelatih Brendan Rodgers terkesan.

“Sama sekali tidak, ia berhenti bermain setelah kami mendapat penalti. Ia seharusnya bisa menemukan posisinya dengan benar, dan tidak hanya berdiri saja di pinggir lapangan,” kata Rodgers.

Alhasil, Mario pun kemudian dipinjamkan ke AC Milan, namun kesan pemalas tetap tak bisa lepas dari dirinya. Roberto Maroni, rekan eks pemilik Milan, Silvio Berlusconi pun tak segan menyebutnya dengan sebutan sang pemalas usai melihat penampilan Balotelli saat Milan menghadapi Sassuolo.

“Balotelli sama sekali tak hadir di lapangan. Ia adalah seorang pemalas yang cuma berputar-putar di lapangan sambil mengkhayalkan hal lain. Tak ada usaha yang terlihat untuk melibatkan diri dengan permainan,” demikian kata Maroni.

Juan Roman Riquelme

Legenda sepakbola Argentina ini sempat mendapat perlakuan istimewa saat dirinya bermain untuk Villareal. Ia kerap mendapat izin tak ikut latihan dengan alasan tiba-tiba cedera yang sebenarnya terbilang misterius. Hingga pada akhirnya, presiden Villareal mengeluarkan ultimatum keras.

“Ia harus patuh terhadap segala aturan di klub ini, dan wajib menjalankan seluruh kewajibannya atau jika terus mangkir ia harus berhadapan dengan saya.”

Kekesalan yang sama terhadap Riquelme juga pernah dirasakan oleh Louis van Gaal di Barcelona. Van Gaal bahkan menyebut jika timnya kurang satu orang akibat ulah malas Riquelme.

“Kamu adalah pemain terbaik, itu terjadi saat kamu menguasai bola. Tapi saat kamu tak memegang bola, kami seperti bermain dengan 10 orang pemain,” semprot Van Gaal kepada Riquelme dalam sebuah kesempatan.

Menariknya, semprotan itu dibalas Riquelme dengan sebuah pernyataan yang seakan dirinya enggan disebut sebagai pemalas. “Untuk apa saya harus berlari, sementara bola itu bisa melakukannya sendiri.”

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry