Connect with us

Liga Internasional

Kisah Pemain Sekuat Lembu Bernama Tengah Bilal yang Bangkit dari Kanker Ganas

Meneladani semangat juang eks pemain Barcelona, menghadapi takdir kematian yang akhirnya tertunda. Dia yang bernama tengah Bilal.

 43 views

Pada 2013 lalu, full back asal Brasil Dani Alves kabarnya sempat ingin mendonorkan hatinya untuk salah satu rekannya di Barcelona. “Dia (Dani Alves) ingin mendonorkan hatinya pada saya, tapi itu tidak boleh terjadi,” kata si pemain.

Sebagai seorang pemain, rekan Dani Alves ini memang memiliki kepribadian yang sangat bersahaja hingga banyak pemain yang begitu syock ketika mengetahui ia memiliki penyakit kanker hati. Lahir di Saint-Genis-Laval, Prancis pada 11 September 1979, orang tuanya yang memberikan nama Eric Sylvain Abidal.

Eric Abidal jadi namanya yang begitu tenar di lapangan hijau periode 2004-2013. Sebagai seorang bek, Abidal dianggap banyak orang memiliki tenaga yang super dahsyat. Bahkan ia dianggap memiliki tenaga sekuat lembu. Abidal memang memiliki hal itu, ia mampu ditempatkan sebagai bek tengah namun juga bisa menjadi full back kiri.

Abidal memulai kariernya di tim lokal, Lyon Duchere. Pada 2000, ia direkrut Monaco dan mulai bermain di Monaco B. Dua tahun ia promosi ke tim utama. Instingnya sebagai seorang bek membuat banyak tim ingin merekrutnya dari Monaca. Lille jadi tim berikutnya yang dituju oleh Abidal dilanjutkan ke Lyon pada 2004 dan pada 2007, Abidal mendapat tawaran dari Barcelona.

Bersama Barcelona, Abidal jadi batu karang yang kokoh untuk klub Catalan tersebut. Berbagai gelar bergengsi ia persembahkan ke publik Nou Camp seperti 4 gelar La Liga, 2 gelar Copa de Rey, 3 Supercopa Espana, 2 Liga Champions, 1 Piala Super Eropa dan 1 gelar Piala Dunia Antarklub.

Pemain yang memiliki nama tengah Bilal setelah masuk Islam ini pada 2011 mendapat kabar buruk. Abidal di vonis memiliki penyakit kanker hati. Tindakan cepat pun dilakukan kubu Barcelona saat itu, dua hari setelah vonis tersebut Abidal langsung masuk meja operasi.

Hebatnya, 7 hari setelah operasi tersebut Abidal tampil seperti sediakala, ia bermain 90 menit saat mengantarkan Barcelona meraih gelar Liga Champions musim 2010/11 dengan mengalahkan Manchester United di Stadion Wembley. Abidal pun semakin diyakini banyak pihak memang memiliki kekuataan bak seekor lembu.

Sayang operasi tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya menyembuhkan Abidal dari penyakit tersebut. Abidal memang harus jalani transplatasi hati untuk benar-benar membuatnya pulih seperti sedia kala. Kondisi ini yang membuat Dani Alves seperti tersebut diatas ingin mendonorkan hatinya.

Sadar bahwa ia tak bisa terus menjadi pemain dengan kondisi kesehatannya yang seperti itu suami dari Hayet Kebir dan ayah dari Meliana dan Camelia itu pada 2014 lalu memutuskan untuk gantung sepatu. Sejumlah mantan rekan dan pelatihnya pun memberikan banyak komentar positif soal sosok Abidal selama bermain sepakbola.

”Orang-orang mencintai Abidal karena mereka merasakan kejujuran yang selalu keluar dari perkataannya. Orang-orang menghargai kejujurannya, itu sebabnya ia begitu disukai banyak orang. Dia telah mengalami masa-masa sulit dan dia tidak kenal kata menyerah. Karena itu ia menjadi contoh yang baik untuk kita semua.” kata Pep Guardiola.

Dani Alves yang sempat ingin mendonorkan hatinya bahkan mengatakan bahwa Abidal bukan sosok pemain egois, ia lebih banyak berkorban untuk kepentingan orang lain dibanding dirinya sendiri. “Dia memiliki hati yang sangat lapang dari siapa pun yang pernah saya kenal, dia tidak pernah egois memikirkan dirinya sendiri dan ia selalu mendahulukan kepentingan orang lain.” kata Alves.

Abidal saat ini menjadi duta untuk Barcelona, Abidal mengikuti jejak Ronaldinho yang juga menjadi duta untuk klub Catalan tersebut usai penisun. Saat disinggung ia memang layak jadi duta Barcelona karena ia berstatus legenda, Abidal menjawabnya dengan nada merendah dan ia tak layak untuk dianggap legenda.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry