Connect with us

Liga Indonesia

Mengenal Wahyu Septiana, Anak Muda yang Pilih Karier sebagai Ofisial Pertandingan Nasional

 137 views

Match Commisioner atau bisa disebut sebagai pengawas pertandingan adalah perangkat pertandingan atau wakil tertinggi dari Badan Otoritas Penyelenggara Pertandingan Sepakbola, mulai dari persiapan, selama pertandingan berlangsung, hingga berakhirnya pertandingan.

Untuk tugas dan fungsinya, Match Comm berguna untuk menengahi dan menjamin pe rtandingan aman untuk dilangsungkan. Ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan bersama panpel untuk menilai kesiapan tuan rumah penyelenggara pertandingan atas semua persyaratan dan kewajiban sebagai penyelenggara pertandingan.

Dari keterangan di atas, bisa disebut peran Match Comm sangatlah penting dalam sebuah pertandingan sepakbola. Meski tidak begitu populer seperti sosok wasit atau asisten wasit, Match Comm di Indonesia juga mulai melakukan beberapa gebrakan dengan memunculkan sosok-sosok hijau dari generasi muda.

Salah satunya adalah pemuda bernama Wahyu Septiana yang sedang meniti karier sebagai Match Commisioner muda di sepakbola Tanah Air. Ketika ditemui oleh Bomber.id, Wahyu mengaku dirinya saat ini tergabung bersama Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Barat untuk musim mendatang sebagai Match Commisioner.

Bomber mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai salah satu Match Comm muda yang terbilang hijau dalam profesi yang terbilang kurang populer di persepakbolaan Tanah Air. Sebelum itu, kami akan mengulas sedikit, apa sih Match Commisioner itu? tugas dan fungsinya saat pertandingan seperti apa? Langsung saja.

Dengan posisi sebagai Match Comm yang tidak terlalu populer di persepakbolaan Tanah Air, Wahyu pun menjelaskan alasannya berkecimpung di profesi ini. Pemuda ini juga membeberkan sejumlah pengalaman menariknya selama jadi Match Comm di tingkat daerah pada 2016 lalu.

“Awalnya tidak sengaja dan tidak ada niat menggeluti Match Comm. Iseng saja ikut kursus Match Comm tingkat daerah tahun 2016, ternyata asyik dan seru dapat pengalaman baru. Setelah itu, saya seriusin, langsung dilanjut ikut kursus Match Comm tingkat nasional tahun 2017 di Jambi,” jelas Wahyu saat ditemui Bomber.id di bilangan Jakarta Barat.

“Pengalaman menarik? Banyak yang seru selama jadi Match Comm, salah satunya saat dipercaya bertugas di Liga 3 zona Jawa Barat tahun 2017 lalu. Ada pertandingan yang rusuh, ada yang biasa-biasa saja, belajar bagaimana Match Comm bisa mengorganisasi pertandingan kembali normal (yang rusuh),” cerita Wahyu.

Setelah menjelaskan pengalaman yang didapat, Bomber juga menanyakan tentang seperti apa kendala atau masalah yang dihadapi sebagai Match Comm muda di sepakbola Tanah Air. Seperti umumnya para Tokoh di sepakbola, Wahyu ternyata juga mengeluhkan tentang tingkat rutinitas kompetisi yang digelar di Indonesia.

“Tantangan selama jadi Match Comm mungkin kurangnya wadah dan kompetisi yang rutin digelar. Apalagi saya, kita sebagai Match Comm muda harus bisa bersaing dengan Match Comm yang sudah senior, minimal mengimbangi kemampuan yang mereka miliki sambil belajar dari mereka. Menurut saya, keunggulan Match Comm muda adalah keunggulan di bidang IT,” jelas Wahyu.

Mendengar kalimat terakhir Wahyu yang menyebut Match Comm muda unggul di bidang IT, Bomber penasaran seperti apa keunggulan yang dimaksud. Unggul seperti apa ya?

“Kami kurang pengalaman tapi unggul di bidang IT. Match Comm senior kebanyakan sedikit yang menguasai IT. Contohnya di tingkat provinsi, data dan laporan dikirim via email ke badan otoritas penyelenggara (asprov). kalo di Liga 1 sudah menggunakan website, data dan laporan di input secara manual. itu semua harus menguasai IT,” jelas Wahyu.

Terakhir, Bomber menanyakan tentang motivasi dan harapan pemuda kelahiran tahun 1995 ini sebagai Match Comm.

“Harapan saya semoga ke depannya lebih banyak mendapat kesempatan bertugas di level tertinggi. Selain itu, bisa menjadi Match Comm termuda yang bertugas di liga tertinggi Indonesia. Tidak ada yang tidak mungkin untuk sampai di posisi itu,” ucap Wahyu dengan muka yang sangat yakin.

Semoga motivasi yang dimiliki Wahyu bisa mewujudkan harapannya di bidang Match Comm, dan semoga saja Wahyu bukan pemuda terakhir yang berani menggeluti profesi yang kurang populer ini. Demi kemajuan sepakbola Indonesia. (Bung Jonny)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
103