Dikutip dari thesefootballtimes.co (14/03/18) Platense kini berada di kondisi yang cukup miris. Klub ini sendiri baru mulai dikenal saat Trezeguet mentas di Italia. Padahal di era 50-an klub ini pernah mengalahkan AC Milan saat klub tersebut melakukan tur ke Argentina. Ulasan dari thesefootballtimes.co menyebut bahwa klub ini tengah kembali ke jalur neraka lewat jalan yang panjang.

Hal itu merujuk pada susah klub tersebut bertahan saat ini. Padahal Platense sendiri merupakan satu dari tiga klub tua yang kabarnya sudah bermain di Liga Argentina sejak 216 tahun lalu. Selain Platense ada juga klub bernama Atlanta dan Ferro. Sayangya sebagai klub berbasis di daerah yang memiliki mayoritas masyarakat menengah ke bawah, Platense lebih banyaj dihadapkan pada aksi kekerasan suporter.

“Selama periode kelam kami menghadapi banyak hal mengerikan mulai dari kekerasan, perkelahian antar internal suporter, hutang klub yang besar hingga hilangnya banyak piala milik kami. Kami menderita bertahun-tahun,” kata salah satu petinggi klub Platense.

Klub yang pernah dibela Trezeguet dari 1994 hingga 1995 dan bermain sebanyak 5 kali tersebut kini seperti data dari soccerway.com (14/03/18) berada di kasta ketiga liga Argentina. Namun sepertinya masa-masa kelam itu akan segera berakhir, Platense saat ini berada di peringkat kedua dan sangat berpeluang promosi ke kasta kedua Liga Argentina musim depan.