Connect with us

Liga Italia

Paulo Maldini: Sang Legenda yang ‘Terpenjara’ oleh Cinta

Bomber.id

Published

on

 12

Cinta kerap membutakan mata pandang manusia terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Beberapa orang bahkan rela melakukan hal-hal di luar nalar dan menenggelamkan diri “terpenjara” oleh rasa cintanya.

Sosok pesepakbola legendaris Italia rela untuk menunda kariernya di dunia sepakbola, karena rasa cintanya terhadap klub dan Timnas Italia yang pernah dibelanya semasa ia berkarier sebagai pemain.

Padahal ketika menjadi pemain, tak ada yang menyangkal jika dirinya merupakan sosok pesepakbola hebat, yang mungkin akan terus dikenang sepanjang masa.

Paulo Maldini telah mendedikasikan seluruh hidupnya hanya untuk AC Milan dan Timnas Italia. Bek terhebat sepanjang masa itu mencatat lebih dari 1.000 pertandingan cuma untuk Rossoneri dan Tim Azzurri.

Namun setelah memutuskan untuk gantung sepatu, ia enggan melanjutkan kariernya di dunia sepakbola yang telah membesarkan. Alasannya, karena ia hanya ingin bekerja untuk Timnas Italia atau AC Milan.

Teranyar, ia sempat ditawari untuk masuk dalam jajaran direksi anyar di San Siro, namun ia menolaknya, dan hingga saat ini, dirinya pun belum mendapat kesempatan untuk berperan di Timnas Italia.

Dalam wawancara dengan Sky Sport, seperti dilansir laman Football Italia, Kamis (25/01/17) Maldini membenarkan jika ia memang sengaja membatasi dirinya untuk berkarier, karena kebesaran rasa cintanya terhadap Rossoneri dan Gli Azzurri.

“Ya, saya mungkin terbatasi oleh pilihan saya, Milan dan Timnas Italia. Saya tak bisa membayangkan bagaimana rasanya bekerja untuk tim lain, terutama di level klub,” ujarnya.

“Saya tak memang tak bisa memastikannya, tapi saya telah melakukan sebuah perjalanan yang cukup panjang dalam sepakbola, bahkan mungkin tak ada yang bisa mencapainya,” lanjutnya.

“Mungkin suatu saat saya akan melanjutkan berkarier di sepakbola, tapi jika tidak biarlah itu menjadi sebuah cerita dan kenangan yang indah yang pernah saya miliki,” pungkasnya.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *