Connect with us

Liga Indonesia

Persija Jakarta dan Bukti Si Macan Transfer yang Mengaum Buas

 78 views

Tak banyak yang bisa dikenang dari Persija Jakarta dalam nyaris satu dasawarsa terakhir. Persija sempat terjebak dalam lingkar sejumlah permasalahan internal di bawah komando Ferry Paulus sejak mengambil alih Persija di tahun 2011 silam.

Mimpi pria yang didapuk sebagai Presiden Persija ini adalah membawa skuat kebanggaan ibu kota ini menjadi sebuah industri sepakbola. Akan tetapi Persija justru hanya memiliki prestasi terbaik sebagai penghuni peringkat kelima klasemen Liga Super Indonesia di tahun 2011.

Skuat Persija Jakarta.

Persija bahkan sempat terdegradasi sebelum berakhir di posisi ke-11 klasemen di tahun selanjutnya. Sebuah antiklimaks dari harapan besar untuk kembali membawa kejayaan Macan Kemayoran.

Wajah Baru Sang Macan

Kepemimpinan Ferry pun mendapat respons negatif dari sejumlah The Jakmania yang akhirnya gerah dengan geliat klub kesayangan mereka. Apalagi seperti dikutip dari Tirto.id, Persija juga memiliki utang Rp90 miliar di bawah kepengurusannya.

Utang ini sempat membuat sejumlah pemain harus gigit jari, lantaran tertunggak gajinya. Hal ini membuat pemain sekelas Bambang Pamungkas kemudian memutuskan hengkang karena merasa tak diperlakukan secara profesional di musim 2014.

Ferry Paulus menjadi Presiden Persija Jakarta sejak tahun 2011.

Namun, pada bulan Maret 2017 mimpi buruk para pendukung seperti akan segera berakhir. Menjelang bergulirnya babak baru kompetisi nasional di Liga 1, Persija melakukan perombakan manajemen.

Gede Widiade yang dinilai berhasil mengelola Bhayangkara FC kemudian masuk sebagai pengurus. Gede menjabat Direktur Utama, meski Presiden masih akan dijabat Ferry.

Sentuhan Gede yang Bikin Macan Makin Pede

Masuknya Gede membuat Persija Jakarta tampil lebih rapih secara pengelolaan. Persija mampu tampil stabil di bawah asuhan Stefano Cugurra Teco di Liga 1 musim 2017.

Gede juga terkesan tahu diri di musim pertamanya sebagai bos Persija. Pengusaha asal Surabaya ini menyatakan bahwa dirinya hanya ingin memulangkan Persija ke rumah.

“Saya ingin mengembalikan Persija ke rumahnya, minimal home basenya di Jakarta. Lapangan latihan di Jakarta‎,” ujar Gede saat itu.

Persija Jakarta saat menjadi juara di Piala Presiden 2018.

Berbekal skuat yang nyaris tanpa pemain berlabel bintang, Persija mampu menyodok ke posisi keempat klasemen sementara di Liga 1. Padahal, mereka hanya mengandalkan seorang Rohit Chand, Bruno Lopes, Reinaldo Costa, William Pachecho sebagai tenaga impor.

Sementara ada nama Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan, dan Maman Abdurrahman sebagai pemain senior yang masih bertahan. Teco juga sukses menyumbangkan nama Rezaldi Hehanusa sebagai new rising star Indonesia yang di akhir musim Liga 1 2017 juga didapuk sebagai pemain muda terbaik.

Marko Simic yang Langsung Menggigit

Marko Simic mendadak menjadi pujaan hati para Jakmania. Simic yang didatangkan di awal tahun ini menjadi rekrutan tersukses Persija jelang bergulirnya Liga 1 2018.

Pemain asal Kroasia ini mampu mengemas 11 gol dari 8 pertandingan yang dilakoninya di Piala Presiden 2018. Bahkan, Simic juga mampu membawa Persija menjadi juara di turnamen pramusim tersebut.

Aksi memukau Marko Simic ikut mengangkat performa Persija Jakarta.

Simic juga mendapat gelar individu paling bergengsi di musim perdananya. Selain menjadi Top Skor, pemain berusia 30 tahun ini menjadi Pemain Terbaik Piala Presiden 2018.

Simic menjadi simbol awal kesuksesan belanja Persija jelang Liga 1 2018. Padahal selain Simic hanya ada nama sekelas Addison Alves, Riko Simanjuntak, Fitra Ridwan, Septianus Alua, Arthur Bonai, dan Valentino Telaubun yang menjadi rekrutan Macan Kemayoran.

Aksi selebrasi Marko SImic.

Akmal Marhali, seorang pengamat persepakbolaan nasional menyebut bahwa keseimbangan menjadi kunci Persija di bursa transfer. Koordinator Save Our Soccer (SOS) ini juga mengatakan bahwa Persija hanya melakukan perbaikan efektif di skuat mereka.

“Persija tak banyak perubahan. Mereka sudah jadi satu kekuatan. Pelatih Stefano Cugurra hanya menambal sulam sisi yang dianggap lemah. Masuknya Rico Simanjuntak plus dua striker yang musim lalu kurang tajam ditutup dengan hadirnya Simic dan Addison,” tutur Akmal kepada Bomber.id

Hal ini pun menjadi amunisi baru bagi Persija yang juga akan tampil di Piala AFC 2018. Sebuah kesempatan yang terakhir kali dirasakan Persija usai menjadi juara di tahun 2001 silam.

Auman Macan Transfer Merobek Sepakbola Asia

Addison Alves memberikan hadiah sempurna bagi Persija Jakarta di hari setahun komando Gede Widiade sebagai juru kendali. Addison menyumbang gol kemenangan Persija atas Song Lam Nghe An di matchday keempat Piala AFC 2018, Rabu (14/03/18).

Pemain asal Brasil ini membuat puluhan ribu Jakmania yang hadir si Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bergemuruh melalui golnya di menit ke-93. Padahal Addison baru saja masuk di babak kedua, setelah rekan-rekannya mendapatkan jalan buntu membobol gawang wakil Vietnam tersebut.

Selebarasi Addison Alves usai cetak gol untuk Persija Jakarta.

Addison merupakan salah satu efektivitas transfer Persija musim ini. Eks Persipura Jayapura ini didatangkan setelah Ivan Carlos yang sebelumnya didatangkan, mengalami cedera di Piala Presiden 2018.

Sekali lagi, Akmal Marhali mengatakan bahwa selain transfer efektif, Teco juga jeli melihat kebutuhan tim. Apalagi Gede yang sigap untuk memenuhi permintaan Teco untuk menghadirkan pemain yang dibutuhkan.

Addison Alves rayakan selebrasi usai menjebol gawang Song Lam Nghe An. (Getty Images).

“Mereka mampu beradaptasi dengan cepay dan langsung bisa tune in dengan pemain lama. Ini menjadi salah satu kelebihan Persija. Tapi, mereka tak boleh bergantung sama satu dua pemain untuk juara. Harmonisasi tim kuncinya,” tukas Akmal.

Kemenangan ini pun menjadi poin penting bagi Persija untuk tetap bertahan di Piala AFC 2018. Persija kini duduk di posisi kedua klasemen sementara Grup H dengan 7 angka, hanya kalah selisih gol dari Song Lam Nghe An yang memuncaki klasemen.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1