Katakan Liga Inggris menjadi target puncak untuk karier Egy di Eropa. Kompetisi sepakbola yang diakui sebagai kompetisi terbaik di dunia itu punya aturan atau regulasi ketat untuk para pemain yang bermain di liga mereka.

Mengutip syarat yang terlampir di Workingintheuk.gov.ukPertama, peringkat negara asal pemain harus berada atau di atas peringkat 70 dalam dua tahun terakhir berjalan di daftar ranking negara FIFA. Jika Egy ingin bisa bermain di Liga Inggris maka syarat pertama ini harus terpenuhi.

Sementara posisi Indonesia di rangking FIFA terkini masih berkutat di peringkat ke-162, dan sejak FIFA merilis ranking negara pada tahun 1993 lalu, pencapaian terbaik yang bisa diraih Indonesia baru sebatas mencapai rataan peringkat 126. Pertanyaannya sampai kapan Indonesia mencapai syarat tersebut di atas?

Kedua, Egy Maulana bisa mencari jalan lain dengan bermain beberapa musim di Eropa Timur, termasuk Polandia, kemudian mendapatkan Paspor Uni Eropa. Namun dalam undang-undang kewarganegaraan yang dianut Indonesia, seorang warga negara tidak diperbolehkan memiliki status kewarganegaraan ganda.

Ilustrasi Paspor Uni Eropa

Hal tersebut diatur dalam Undang-undang Kewarganegaraan Nomor 12 Tahun 2006 amandemen terbaru, butir ke-3 yang berbunyi: “Asas kewarganegaraan tunggal, merupakan asas yang memberlakukan bahwa setiap orang hanya memiliki satu status kewarganegaraan.” (sumber: Guruppkn.com)

Cara kedua ini baru mungkin bisa terjadi apabila Undang-undang Kewarganegaraan tersebut mengalami perubahan, karena apabila masih memakai UU No. 12 Tahun 2006, jangan harapkan jika Egy bisa melenggang ke liga-liga elit Eropa dengan mengandalkan paspor WNI.

Seperti yang telah dijabarkan di atas tadi, mencetak 100 gol dalam semusim sekali pun, atau sampai dunia kiamat sekali pun Egy tak akan bisa menembus regulasi ketat yang diberlakukan oleh Liga Primer Inggris. (Jon)