Connect with us

Dunia

Selamat Datang di Sepakbola Paling Rasis, Egy Maulana Vikri!

 15 views

Publik Indonesia terhenyak saat spanduk dari suporter Lechia Poznan berisikan kalimat rasis. Para netizen Indonesia pun tersungut-sungut kepada tindakan tak etis suporter Poznan ini. Namun jika ditelusur lebih jauh apa yang dialami Egy ialah hal lumrah di Polandia. Berkarier di Polandia, Egy berarti baru memasuki negara dengan suporternya paling rasis di Eropa.

Laporan dari seorang jurnalis India, Mihir Bose mengungkapkan bagaimana kadar rasis di Polandia sudah pada tahap menyeramkan. Dikutip dari Sunday Times, Bose menyebut bahwa ia melihat dan merasakan langsung bagaimana hampir seluruh suporter di Polandia akan bertindak rasis pada orang di luar kulit putih.

“Di jalanan kota Warsawa, tidak jauh dari hotel saya menginap ada banyak grafiti tentang White Power yang dituliskan para suporter,” kata Bose dalam laporannya.

Bose bahkan dalam laporannya menyebut bahwa tindakan rasis ia rasakan langsung saat mewawancarai salah satu suporter Polandia. Bose yang merupakan warga negara India diminta pulang ke negaranya dan tidak boleh datang lagi ke Polandia.

Budaya rasis di sepakbola Polandia juga mendapat pembenaran dari sejumlah petinggi klub di sana. Leszek Miklas misalnya, presiden klub Legia Warsawa itu menyebut bahwa mayoritas pendukung klubnya ialah para pemuda yang memiliki paham Neo Nazi. Namun Miklas tampak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut.

Legia sendiri seperti dikutip dari situs resmi UEFA pernah mendapat larangan tur tandang ke luar Polandia akibat tindakan rasis berujung aksi kekerasan yang dilakukan suporter mereka. Meski begitu sejumlah pihak di Polandia di luar pemerintah mencoba untuk melawan tindakan rasis para suporter ini.

Kelompok anti rasis bernama Never Again selalu rutin mengkampanyekan agar tindakan rasis di hentikan dari sepakbola Polandia. Salah satu pendiri Never Again, Jacek Pulski mengatakan paham Neo Nazi sudah merasuk ke seluruh klub Polandia tidak hanya yang bermain di divisi utama namun juga divisi paling bawah.

“Ada pemain kulit hitam yang bermain di klub divisi tiga Polandia yang harus masuk ke rumah sakit karena penyerangan dari kelompok suporter timnya sendiri,” kata Pulski.

Dixon Choto, eks pemain Zimbabwe yang pernah bermain di Liga Polandia membenarkan apa yang dikatakan oleh Pulski. Choto mengatakan bahwa rekan satu timnya saat itu pernah memberitahunya agar menjauhi tribun penonton yang berisikan orang-orang anti orang kulit berwarna.

“Mereka di tribun itu akan melempar Anda dengan pisang atau menirukan suara kera di dalam kebun binatang jika berani mendekati tribun tersebut,” kata Choto seperti dikutip dari nigdywiecej.org

Apa yang dialami olehh Choto dan pesepakbola berwarna lain di Liga Polandia tentu tidak kita harapkan bakal menimpa Egy Maulana Vikri. Semoga Egy memiliki mental kuat menghadapi kerasnya Liga Polandia.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1